sajak

Sabtu, 17 Oktober 2015

CAP 9 SULTAN MUHAMMAD DAUDSYAH

Cap Cikureueng yang paling akhir. seperti tampak di gambar

Cap itu terdiri atas sebuah lingkaran besar dikelilingi oleh delapan lingkaran kecil. Dalam lingkaran besar dapat dibaca: "Semoga Tuhan melimpahkan bimbingan yang baik kepada Sri Baginda AJau'ddin Muhamad Daud Shah Juhan yang diberkahi, bayang-bayang Allah di dunia, 1296 (yakni 1879 tahun terpilih sebagai Sulatan.

Di lingkaran-lingkaran yang lebih kecil disekelilingnya terdapat namanama
Sultan sebagai berikut :
1.     Sultan Sayyidi al-Mukammal
2.     yakni Alaedin al—Qahhar (yang memerintah dari tahun 1530 sampai 1552 atau sekitar 1557^).
3.     Sultan Meukuta Alam, yakni Iskandar Muda, 1607 — 36.
4.     Sultan Tajul—alam, yakni Safiatodin, sultan wanita yang pertama, 1639 atau 1641 - 1675.
5.     Sultan Ahmat Shah, sultan pertama dari dinasti sekarang, 1723 atau 1726 - 1735.
6.     Sultan Juhan Shah 1735 - 60
7.     Sultan Mahmut Shah 1781 - 1795.
8.     Sultan Jauhar Alam Shah 1802-24

Di sebelah kanan dari cap-sembilan terdapat sebuah cap pribadi sultan, berukuran kecil, bentuk persegi panjang; dapat dikatakan sebagai legalisasi atau pengesahan dari cap yang besar dan dapat dibaca : as-Sultan Muhamat Dawot Shah

Di sudut kiri atas naskah tertulis : al—mustahiqq yang berhak", dan dengan kata ini Tuanku Muhamat Dawot menyatakan hak atau tuntutannya atas Mahkota Aceh.di tengah ada kata-kata: "Ini Sri Baginda Sultan Alaedin Muhamat Dawot Shah Juhan, yang diberkahi, bayang-bayang Allah di dunia'


Sumber : instagram_atjehgallery

TEUKU MEURAH ADAM


Bupati-Raja dari Kluet 1924. dan digulingkan oleh Jepang 1942. dari Barat Selatan Atjeh. Beliau penguasa yang Hebat.

Beliau adalah Raja Aceh Selatan, tepatnya desa Kluet Utara. Beliau hidup sejak masa penjajahan Jepang. tahun 1924 sampai 1942, Ulee Balang ini masa hidupnya dikawal oleh 2 orang, yang disebut dengan "si Hitam & si Putih" (Sumber ; dari keluarga beliau)
Dia adalah Raja yang dirpuji orang banyak atau Kluet. Teuku Kujruen Moamin Raja (1911-1924) turun tahta dari raja sumbu atau Kluet, Karena sudah sakit.
Kemudian Anak dari turunan tahta Raja adalah Teuku Teubon. saya tidak tahu, apakah ini pernah Menjadi raja kerajaan, atau kepala dinasti Kluet.
Namun Teuku Meurah Adam kemudian Menjadi gubernur-raja atau Kluet. Dia adalah anak dari asn kakak dari raja sebelumnya (Teuku Keujruen Raja Moamin) .
Pada tahun 1924 ia masih seorang anak muda. Mungkin sebagian dari Anda tahu, ketika Ia lahir dan meninggal. Dalam waktu Jepang ia menggulingkan DBY Jepang hujan abu-raja. Mungkin Karena Ia berguna menghormati pemerintah Belanda. Saya tidak tahu, yang memerintah 1942-1945 disini.

Dari 1945 Teuku Ramlah Angkasah, anak seorang mantan pemberontak pada tahun 1925, kemudian raja. Saya harap, akan lebih banyak gambar seperti ini dapat ditemukan. Tentu saja, seperti biasa situasi sekarang dinasti ini,
(info dari Mr. DONALD TICK)
sumber : instagram_atjehgallery.

KOMUNIKASI DALAM HARI

Dalam keseharian hidup manusia tak akan terlapas dalam berkomunikasi, dengan adanya komunikasi maka kita dapat menyampaikan pesan dan menerima pesan. Dewasa ini sebagian orang menganggab komunikasi merupakan hal yang tidak begitu bermakna melainkan hanya sebagai penyampai pesan dan penerima pesan untuk berinteraksi tanpa ada makna yang bearti didalamnya. Sementara itu bila di telaah secara garis besar kehidupan komunikasi merupakan kebutuhan dasar dari manusia. Jika, tak ada komunikasi maka dunia akan menjadi hampa dan suram dikarenakan sesuatu itu harus di mengerti sendiri dan di rasakan sendiri karena rak adanya hubungan kontak sama sekali.

Sejauh ini perjalan manusia diambang kegaduhan hal ini dikarena komunikasi hanya berlangsung tanpa ada penyerapan yang berguna, berlangsung begitu saja tak ada makna yang dapat diserap secara keberlangsungan hidup. Komunikasi itu sendiri mudah berlalu dan menjadi kelabu dalam perjalanannya.
Tentunya kita ingin hidup kita lebih bermakna dalam kehidupan ini. Maka dari itu kita harus menjadi pendengar yang aktif agar komunikasi itu tidak menjadi sia-sia melainkan menjadi berguna untuk massa sekarang dan massa yang akan dating. Dibawah ini merupakan beberapa hal yang harus dilakukan agar menjadi pendengar yang aktif.

1.     Senyumm Indah.
Tersenyum merupakan sinyal pertanda kita selaku pendengar menerima komunikasi itu dengan ikhlas dan lapang dada. Jika, dalam keadaan cemberut keseringan komunikasi itu menjadi lebih tegang hal ini dikarenakan suasana yang terlahir lebih di penuhi kemarahan dan ketidak ikhlasan hati untuk menerima pesan dan menyampaikan pesan.

2.     Meresapi.
Bagaikan air yang diserap oleh kain atau tisu, komunikasi juga begitu. Komunikasi akan menjadi berguna dan bermanfaat apabila ketika mendengar mencoba memahami agar komunikasi tidak menjadi sia-sia. Keseringan kita hanya berkomunikasi itu membiarkan itu berlalu tanpa ada rasa malu bahwa itu merupakan pelajaran untuk massa yang akan dating.

3.     Mengamalkan.
Selepasnya berkomunikasi hendaknya kita selaku manusia yang menginginkan kepribadian yang baik. Maka, kita harus mengamalkan apa yang telah kita dengar dengan begitu perjalanan pesan dakwah atau ilmu yang telah kita dapat menjadi bermanfaat dalam kehidupan kita.

     Itulah beberapa hal yang akan membuat komunikasi itu menjadi bermanfaat. Senyum indah untuk meresapi dan meresapi untuk mengamalkan. 

PERJALANAN MASSA

Kutulis hidup ku di atas kisah
Bergerak dengan berbagai kenangan
Berlalu dengan berbagai sejarah
Berjalan dengan berbagai bentuk ukiran

    Sejauh mata  memandang di tengah kota
    Melirik kekiri dan kenanan terpana
    Melewati panas dan keramaian kota
    Menjalankan kesibukan demi impian cinta

Tiba terbuai dalam lantunan syair suram
Kehampaan mulai terlihat dengan samar-samar
Kehidupan mulai terlihat tidak seimbang
Tubuh sudah tidak bisa berjalan dengan tegar
Dan kaki ini sudah  mulai lelah untuk melangkah dengan garang

    Lembar demi lembar sudah ku lalui
    Angka demi angka sudah ku arungi
    Denting-denting suara sudah ku kenali
    Derap langkah kaki sudah lelah mencari

Kini aku merasa berbeda
Aku sudah lewati masa itu
Aku ingin mencari sesuatu yang baru
Bukan untuk diriku
Melainkan untuk masa depan ku
Aku akan melangkah maju
Tanpa rasa malu dan ragu
Aku hanya katakan
Aku disini untuk ku dan hidupku
Demi masa depan ku
demi keindahan wajah orang tua ku
dan demi wajah yang indah di sekelilingku
    Aku mau
    Aku mampu
    Aku Bisa
    Maka Aku lah juaranya



MALAM BIMBANG

lampu yang putih itu menjadi gelap gulita 
wajah baru terlihat disisi kiri ku 
dengan pesona tua kharisma wibawa 
 pembawa suasana haru dan duka 

dimulai percakapan oleh si pak tua 
satu persatu sejarah di ungkapnya
tanpa malu dan ragu ia terus bicara 
suka dan luka alur ceritanya
sedikit sumbang namun itu nyata 

hirik pikuk suara jangkrik diluar sana 
jadi diam tanpa suara 
senyap dan hening di tengah cerita 
aku sudah larut dalan sesuasana

handphone berdering tidak terasa
perut yang lapar hilang karenanya
sungguh aku telah terlena 
diam terpaku tak berdaya 

sekian lama ia bercerita 
malam lewat begitu saja 
sejenak aku bertanya 
 ada apa di balik cerita ?

ia menjawab dengan suara merdunya 
aku seorang manusia yang haus ajan dunia
entah apa maksudnya
ia terus bercerita 

anehnya aku masih saja terlena 
dari setiap kata-kata yang keluar dari mulutnya 
sungguh merdu terasa di telinga
sampai aku terlelap dibuatnya


Minggu, 24 Maret 2013

Perempuan Dalam Perpolitikan di Aceh

Aceh merupakan sebuah provinsi paling barat di indonesia yang memberikan peran besar dalam mempertahankan kemerdekaan negara indonesia.Berpuluh puluh tahun aceh berada dalam situasi konflik yang membuat berbagai sistem mengalami kemunduran seperti sistem ekonomi dan politik serta pendidikan.konflik berkepanjangan membuat masyarakat mengalami trauma yang mendalam untuk aktif dalam kancah politik saat itu.begitu juga wanita yang sering mengalami kekerasaan yang dilakukan berbagai oknum sehingga berdampak pada perkembangan pola pikir mereka.Ketika reformasi bergulir pada tahun 1998,moment itu menjadi awal dari sebuah kebangkitan dari sebuah cengkraman kekuasaan militer yang berusaha masuk di segala aspek kehidupan bermasyarakat.

Di era reformasi perempuan mulai bangkit di segala segi kehidupan dengan berbagai isu yang terus berkembang di kancah dunia.berbicara perempuan Aceh banyak hal menarik yang akan timbul dalam tulisan ini.Ketika kita mencoba melihat masa lalu aceh,wanita beberapa kali memegang peranan penting dan kepemimpinan wanita di aceh merupakan contoh  pertama wanita berada di tampuk kekuasaan. 

Ketika Syiah Kuala memberikan fatwa, bahwa wanita boleh menjadi penguasa (Sultanah). Atas dasar fatwa Ulama Besar tersebut menyebabkan kerajaan Aceh Darussalam selama hampir 60 tahun diperintah oleh para Ratu wanita (Sultanah) masing-masing terdiri dari :
1. Sultanah Tajul Alam Saffiamddin Syah (1641-1675);
2. Sultanah Nurul Alam Nakiyamddin Syah (1675-1678);
3. Sultanah Inayat Zahyamddin Syah (1678-1688);
4. Sultanah Kamalat Syah (1688-1699).

Rentetan sejarah telah mengukir wanita dalam perpolitikan sebuah bangsa.Ini membuktikan bahwa aceh telah lebih dulu menempatkan dan memberikan ruang kepada wanita untuk ikut dalam perpolitikan ketika itu dan dijadikan acuan oleh negara negara islam lainnya seperti Pakistan.

Menjadi tanda tanya besar kenapa sekarang ketika negara sudah memberikan porsi 30 % untuk wanita tetapi wanita sangat minim dalam kursi dewan legislatif ?
Upaya affirmative action untuk mendorong keterwakilan perempuan dalam politik terus disuarakan, seperti pada pelaksanaan pemilu 2009, peraturan perundang undangan telah mengatur kuota 30% perempuan bagi partai politik (parpol) dalam menempatkan calon anggota legislatifnya. Undang-Undang (UU) Nomor 10/2008 tentang Pemilu Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( pemilu legislatif ) serta UU Nomor 2 / 2008 tentang Partai Politik telah memberikan mandat kepada parpol untuk memenuhi kuota 30% bagi perempuan dalam politik, terutama di lembaga perwakilan rakyat.

Untuk melihat bagaimana keterlibatan wanita dalam politik di aceh bisa dilihat dari jumlah persentase perempuan yang duduk di kursi DPR Aceh dan DPRK Kabupaten / Kota.Pada Pemilu lalu, perempuan mendapat peluang lebih besar untuk berkiprah dalam dunia politik, namun hanya sedikit yang terpilih menjadi anggota parlemen. Terbukti dari 304 jumlah perempuan yang mencalonkan diri menjadi anggota DPRA, hanya empat orang yang  terpilih.
Tiga orang dari Partai Golongan Karya, yaituNurlelawati dari Daerah Pemilihan (Dapil) 2, Pidie dan Pidie Jaya, Nuraini Maida dari Dapil 5, Lhokseumawe dan Aceh Utara, Yuniar dari Dapil 6, Langsa Aceh Tamiang dan Aceh Timur Liswani dari Dapil 8, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan dan Simeulue dari PAN

Artinya, hanya 6 % persen dari 69 orang anggota DPRA periode 2009-2014 yang berjenis kelamin perempuan, jauh dari target kelompok perempuan yang menginginkan 30 persen perempuan di parlemen.
Sungguh diluar target yang ingin dicapai kaum perempuan !!
Di beberapa kabupaten / kota ada beberapa perempuan yang masuk ke parlemen seperti naiknya Pianti Mala Pinem menjadi ketua DPRK Subulussalam periode 2009 – 2014 dan sebelumnya menjadi wakil ketua DPRK kabupaten Aceh Singkil periode 2004 – 2009 saat ia berusia 23 tahun.Sekarang aceh juga telah melahirkan sosok wanita yang terus dekat dengan rakyat kota banda aceh yaitu Hj Illiza Saad”dudin Djamal SE yang kini terpilih menjadi wakil bupati Kota Banda aceh untk kedua kalinya.tapi itu tidak seimbang dengan jumlah wanita di aceh yang begitu besar.

Di Aceh, pemilihan kepala daerah (pilkada) pun mencatat hanya tujuh kandidat perempuan yang maju mencalonkan diri sebagai kepala daerah pada pilkada Aceh 2012. Jumlah ini sangat minim (hanya 2 persen) jika dibandingkan jumlah calon kepala daerah yang terdaftar di KIP Aceh sebanyak 260 orang (130 pasangan) yang dominan laki-laki. Data yang dirilis Media Center KIP Aceh (2012) mengungkapkan, dari tujuh calon kepala daerah perempuan tersebut, hanya tiga yang maju sebagai calon kepala daerah. Yaitu, Dra Yulinar Ahmad sebagai calon Bupati Aceh Utara, Hj Soraya Hasbi sebagai calon Wali Kota Langsa, dan Sri Wahyuni SHi sebagai calon Bupati Bener Meriah. Sedangkan empat lainnya maju sebagai calon wakil kepala daerah di tingkat kabupaten/kota. Yaitu Illiza Sa’aduddin Djamal dan Lindawati masing-masing sebagai calon Wakil Wali Kota Banda Aceh, Nuraini Maida sebagai calon Wakil Bupati Aceh Utara, dan Nurhayati Sahali calon Wakil Bupati Gayo Lues.Meredupnya kemunculan perempuan itu sendiri, juga terletak pada minimnya kepedulian kaum perempuan untuk mendorong sosok perempuan untuk diberi kesempatan muncul dalam ranah perpolitikan. Untuk era modern saat ini, yang menjadi masalah bukan diberi kesempatan atau tidak kaum perempuan oleh kaum laki-laki untuk tampil di depan publik. Tapi bagaimana sesama kaum perempuan untuk memberi dukungan bagi sesama kaum perempuan agar mendapatkan posisi strategis dalam ranah perpolitikan. Kepercayaan mutlak kaum perempuan sebagai masyarakat dengan dominasi besarnya jumlah penduduk seharusnya dapat menjadi celah untuk membangkitkan partisipasi perempuan dalam memberi kesempatan bagi kepemimpinan perempuan dalam perpolitikan dan posisi strategis lainnya.

Melihat minimnya jumlah kursi untuk perempuan di tingkat pusat dan daerah membuat tanda tanya besar.salah seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh pernah melontarkan ungkapan bahwa perempuan aceh mengurus suami saja tidak becus apalagi mengurus partai politik .sangat ironis ketika saat regulasi quota 30 %  keterwakilan perempuan telah diberlakukan dalam pemilu.Ada apa dengan perempuan aceh ? atau perempuan yang tidak memiliki kompetensi yang memadai untuk terjun ke dalam perpolitikan di Aceh.

Mari kita menjawab dengan sebuah renungan dalam hati kita masing masing

Tidak adanya wakil perempuan Aceh di DPR RI mendapat komentar dari salah satu utusan legislatif Aceh yaitu Raihan Iskandar dari partai PKS  yang kini duduk di Komisi X DPR. Pendapatnya, tidak ada keterwakilan perempuan Aceh untuk saat ini, beliau menyimpulkan beberapa tahun terakhir ini Aceh sedang sibuk berbenah diri pasca konflik dan bencana gempa tsunami. Untuk duduk di legislatif tergantung dari suara terbanyak bukan hanya dari kapasitas. “Jadi, tidak bicara cocok atau tidak cocok, tapi semua sangat tergantung dengan jumlah suara”, ujarnya.Untuk pemilu yang akan datang, Raihan yakin akan ada keterwakilan perempuan Aceh di DPR. Sebab, promosi telah dilakukan dari sekarang, apalagi dengan kondisi yang mulai stabil di Aceh pasca pemilukada. Ia pun menyarankan agar calon legislatif untuk pemilu 2014, harus bisa pandai mengambil hati masyarakat.

Lantas sampai dimana  peran partai lokal terutama partai aceh sebagai partai pemenang Pemilu di Aceh dalam mengusung perempuan untuk duduk di kursi parlemen daerah  !!!

Dengan jumlah perwakilan yang begitu besar di parlemen daerah ternyata tidak ada menempatkan seorang pun sosok wanita dalam kursi parlemen.Bagaimana mungkin aspirasi kaum perempuan yang begitu besar dapat ditampung oleh anggota dewan perempuan yang hanya berjumlah 4 orang . Pasca-Pemilu 2009, menjadi waktu yang tepat bagi kalangan perempuan untuk melakukan evaluasi bersama untuk menyusun langkah politik yang mampu menjawab tantangan secara internal maupun eksternal. Perempuan memiliki persoalan yang sama, yang terakumulasi dan terimplementasi dalam kehidupannya di ruang publik. Terhambatnya partisipasi politik yang setara, juga karena dinamika internal organisasi perempuan yang seakan memang melarutkan diri dan menikmati sogokan demokrasi. Secara kelompok dan personal, menjadi penting bagi perempuan untuk kritis terhadap setiap perubahan yang terjadi, sehingga mampu mengartikulasikan tujuan perjuangan perempuan. \

Berangkat dari pemahaman di atas, akan memungkinkan gerakan perempuan berkembang dan menemukan format utuhnya sebagai bagian dari kekuatan sipil yang mengisi ruang-ruang publik, dengan berbagai model pendekatannya. Dan hal mendasar yang seharusnya dimiliki oleh organisasi perempuan adalah adanya spirit dan komitmen perjuangan dalam membela hak-hak kaum marginal, yang harus diaktualisasikan baik di parlemen maupun di institusi lainnya.

Lima tahun ke depan, adalah saat yang menentukan bagi kelompok perempuan dalam menguatkan dan lebih mengartikulasikan kesadaran berpolitiknya. Untuk itu, pemberdayaan ekonomi menjadi langkah strategis yang harus dilakukan, baik secara personal maupun kolektif.  Menumbuh kembangkan kesadaran berekonomi, melalui intervensi dan penguasaan program-program pemerintah, menjadi satu tawaran kecil yang bisa dilakukan – walaupun sedikit naïf, bila ekonomi Neoliberal, kita jawab dengan cara ini--, tetapi setidaknya tetap harus dimulai. Keadaan ini harus saling berkelindan antara kelompok perempuan yang berada di luar dan di dalam kekuasaan, sehingga, memungkinkan terjadinya komunikasi dan kontrol terhadap program dan kebijakan politik. Adalah perempuan yang sudah berhasil duduk di Legislatif maupun di Eksekutif mempunyai peranan penting dalam menjaga keberlangsungan komitmen kerja dan politik yang tentu saja berpihak kepada kaum perempuan dan kelompok marginal lainnya.
Dengan diberikannya kesempatan untuk wanita dengan suara kuota sebanyak 30% dalam legeslatif diharapkan keterwakilan wanita ini dapat  mengakomodir kepentingan-kepentingan yanjg dibutuhkan oleh kaum wanita, karna pada dasarnya keterwakilan ini merupakan bentuk dari kemajuan bagi perkembangan kesetaraan gender.

Tetapi sayang dan yang paling disayangkan adalah keterwakilan wanita tersebut belum maksimal seperti yang diharapkan. hal tersebut mungkin bisa saja akan terjadi setiap  pemilihan legeslatif dikarenakan seorang calon legeslatif yang wanita kurang dipercayai oleh kalangan wanita itu sendiri. hal ini mungkin karena kurangnya pemahaman kalangan wanita khususnya dipedalaman, yang menganggap kwalitas mereka itu kurang bagus di bidang legeslatif. hal ini juga yang paling utama, yang menyebabkan wanita dari aceh tidak ada yang mewakili dipusat sebagai legeslatif. jangankan dipusat khususnya wanita dari aceh didaerah juga sangat minim didapati yang berpartisipasi dibidang politik, memang sangat miris jika kita memperhatikan hal ini semua, tetapi kita berharap pemilu legeslatif kedepannya ada keterwakilan wanita ada dipusat serta wakil-wakil wanita aceh ada di legeslatif daerah-daerah yang dapat mewakili suara-suara wanita aceh.
                                                                                                        
                                    Oleh Rahmad Hidayat Munandar


Jumat, 07 Desember 2012

Nu buat kiamat Nostradamus, bumi meledak bulan ini?

MERDEKA.COM, Sebentar lagi 21 Desember 2012. Konon saat itulah dunia ini diramal kiamat. Ketika sumbu bumi semakin miring, perlahan-lahan bencana besar melanda. Gempa memecah belah bumi, mulai dari bagian bumi barat, dari benua Amerika terus meluas hingga belahan bumi Timur, Jepang dan kawasan Asia. Nubuat kiamat itu diramalkan Nostradamus.
Peramal Nostradamus lahir di Boulougne, Perancis pada 1503, dan meninggal 1566 pada umur 62 tahun. Dia meramal sebuah planet X atau disebut Nibiru. Kata dia, Nibiru bakal menghantam laut Mediterania 19 hari lagi. Kini posisi planet X itu sejajar dengan venus.
Richard Deem, ilmuan biologi dari Universitas Southern California, sepertinya memercayai ramalan itu. Dia sempat menulis catatan pada leman situs www.godandscience.org.
Menurutnya, nubuat tentang kiamat bisa jadi benar. Sebab, selain ramalan tentang nibiru, secara ilmu pengetahuan tahun ini siklus tata surya di dalam galaksi mengalami perubahan saban 33 tahun sekali, di mana posisi Matahari berada tepat di tengah galaksi.
Peristiwa itu, dia melanjutkan, bisa jadi tepat terjadi pada 21 Desember 2012. Pada saat bersamaan, kutub akan mengalami pergeseran besar karena penyelarasan pusat galaksi dengan matahari. Hal itu akan menyebabkan guncangan gempa bumi besar, gunung berapi, dan tsunami.
Nubuat kiamat juga diramalkan seorang dukun terakhir suku Inca di Peru, Amerika Latin. Suatu hari, pada 1949 silam, Dr Alberto Villoldo, ahli psikologi dan antropolog obat asal Peru, bertemu dukun bernama Q’ero di pegunungan.
Kepada Villodo, dukun itu mengungkap ramalan kiamat. Konon, kata dia, ketika cara fikir manusia mati, itulah tanda berakhirnya hubungan manusia dengan alam dan bumi.
Ketika alam kehilangan keseimbangan karena ulah manusia, maka ketika itu bumi akan bergejolak selama empat tahun, ditandai dengan runtuhnya peradaban Eropa. Ramalan Nostradamus dan dukun Inca juga didukung ramalan lain, misalnya ramalan kiamat didasari berakhirnya kalender suku Maya di Amerika tengah.
Kalender suku Maya menandai akhir dari lingkaran tahun 5.126, bila dihitung tepat pada 21 Desember 2012. Pada saat itulah dewa perang dan penciptaan, Bolon Yokte akan kembali dan menandai berakhirnya Baktun 13, yaitu periodisasi waktu 394 tahun yang diciptakan bangsa Maya. Kemunculan Bolon Yokte akan menandai kehancuran dunia. Namun belakangan ramalan suku Maya ini dibantah.
Bila kiamat benar-benar terjadi bulan ini, apakah anda benar-benar sudah siap? Sebab, kata Ricahrd Deem, bila kiamat terjadi, maka tidak banyak yang bisa dilakukan oleh manusia untuk mempersiapkan akhir dunia.
"Tentu saja, jika anda benar-benar percaya dunia akan berakhir, maka anda tidak akan membutuhkan uang lagi," kata Richard.

Sumber: Merdeka.com