sajak

Sabtu, 17 Oktober 2015

KOMUNIKASI DALAM HARI

Dalam keseharian hidup manusia tak akan terlapas dalam berkomunikasi, dengan adanya komunikasi maka kita dapat menyampaikan pesan dan menerima pesan. Dewasa ini sebagian orang menganggab komunikasi merupakan hal yang tidak begitu bermakna melainkan hanya sebagai penyampai pesan dan penerima pesan untuk berinteraksi tanpa ada makna yang bearti didalamnya. Sementara itu bila di telaah secara garis besar kehidupan komunikasi merupakan kebutuhan dasar dari manusia. Jika, tak ada komunikasi maka dunia akan menjadi hampa dan suram dikarenakan sesuatu itu harus di mengerti sendiri dan di rasakan sendiri karena rak adanya hubungan kontak sama sekali.

Sejauh ini perjalan manusia diambang kegaduhan hal ini dikarena komunikasi hanya berlangsung tanpa ada penyerapan yang berguna, berlangsung begitu saja tak ada makna yang dapat diserap secara keberlangsungan hidup. Komunikasi itu sendiri mudah berlalu dan menjadi kelabu dalam perjalanannya.
Tentunya kita ingin hidup kita lebih bermakna dalam kehidupan ini. Maka dari itu kita harus menjadi pendengar yang aktif agar komunikasi itu tidak menjadi sia-sia melainkan menjadi berguna untuk massa sekarang dan massa yang akan dating. Dibawah ini merupakan beberapa hal yang harus dilakukan agar menjadi pendengar yang aktif.

1.     Senyumm Indah.
Tersenyum merupakan sinyal pertanda kita selaku pendengar menerima komunikasi itu dengan ikhlas dan lapang dada. Jika, dalam keadaan cemberut keseringan komunikasi itu menjadi lebih tegang hal ini dikarenakan suasana yang terlahir lebih di penuhi kemarahan dan ketidak ikhlasan hati untuk menerima pesan dan menyampaikan pesan.

2.     Meresapi.
Bagaikan air yang diserap oleh kain atau tisu, komunikasi juga begitu. Komunikasi akan menjadi berguna dan bermanfaat apabila ketika mendengar mencoba memahami agar komunikasi tidak menjadi sia-sia. Keseringan kita hanya berkomunikasi itu membiarkan itu berlalu tanpa ada rasa malu bahwa itu merupakan pelajaran untuk massa yang akan dating.

3.     Mengamalkan.
Selepasnya berkomunikasi hendaknya kita selaku manusia yang menginginkan kepribadian yang baik. Maka, kita harus mengamalkan apa yang telah kita dengar dengan begitu perjalanan pesan dakwah atau ilmu yang telah kita dapat menjadi bermanfaat dalam kehidupan kita.

     Itulah beberapa hal yang akan membuat komunikasi itu menjadi bermanfaat. Senyum indah untuk meresapi dan meresapi untuk mengamalkan. 

PERJALANAN MASSA

Kutulis hidup ku di atas kisah
Bergerak dengan berbagai kenangan
Berlalu dengan berbagai sejarah
Berjalan dengan berbagai bentuk ukiran

    Sejauh mata  memandang di tengah kota
    Melirik kekiri dan kenanan terpana
    Melewati panas dan keramaian kota
    Menjalankan kesibukan demi impian cinta

Tiba terbuai dalam lantunan syair suram
Kehampaan mulai terlihat dengan samar-samar
Kehidupan mulai terlihat tidak seimbang
Tubuh sudah tidak bisa berjalan dengan tegar
Dan kaki ini sudah  mulai lelah untuk melangkah dengan garang

    Lembar demi lembar sudah ku lalui
    Angka demi angka sudah ku arungi
    Denting-denting suara sudah ku kenali
    Derap langkah kaki sudah lelah mencari

Kini aku merasa berbeda
Aku sudah lewati masa itu
Aku ingin mencari sesuatu yang baru
Bukan untuk diriku
Melainkan untuk masa depan ku
Aku akan melangkah maju
Tanpa rasa malu dan ragu
Aku hanya katakan
Aku disini untuk ku dan hidupku
Demi masa depan ku
demi keindahan wajah orang tua ku
dan demi wajah yang indah di sekelilingku
    Aku mau
    Aku mampu
    Aku Bisa
    Maka Aku lah juaranya



MALAM BIMBANG

lampu yang putih itu menjadi gelap gulita 
wajah baru terlihat disisi kiri ku 
dengan pesona tua kharisma wibawa 
 pembawa suasana haru dan duka 

dimulai percakapan oleh si pak tua 
satu persatu sejarah di ungkapnya
tanpa malu dan ragu ia terus bicara 
suka dan luka alur ceritanya
sedikit sumbang namun itu nyata 

hirik pikuk suara jangkrik diluar sana 
jadi diam tanpa suara 
senyap dan hening di tengah cerita 
aku sudah larut dalan sesuasana

handphone berdering tidak terasa
perut yang lapar hilang karenanya
sungguh aku telah terlena 
diam terpaku tak berdaya 

sekian lama ia bercerita 
malam lewat begitu saja 
sejenak aku bertanya 
 ada apa di balik cerita ?

ia menjawab dengan suara merdunya 
aku seorang manusia yang haus ajan dunia
entah apa maksudnya
ia terus bercerita 

anehnya aku masih saja terlena 
dari setiap kata-kata yang keluar dari mulutnya 
sungguh merdu terasa di telinga
sampai aku terlelap dibuatnya


Minggu, 24 Maret 2013

Perempuan Dalam Perpolitikan di Aceh

Aceh merupakan sebuah provinsi paling barat di indonesia yang memberikan peran besar dalam mempertahankan kemerdekaan negara indonesia.Berpuluh puluh tahun aceh berada dalam situasi konflik yang membuat berbagai sistem mengalami kemunduran seperti sistem ekonomi dan politik serta pendidikan.konflik berkepanjangan membuat masyarakat mengalami trauma yang mendalam untuk aktif dalam kancah politik saat itu.begitu juga wanita yang sering mengalami kekerasaan yang dilakukan berbagai oknum sehingga berdampak pada perkembangan pola pikir mereka.Ketika reformasi bergulir pada tahun 1998,moment itu menjadi awal dari sebuah kebangkitan dari sebuah cengkraman kekuasaan militer yang berusaha masuk di segala aspek kehidupan bermasyarakat.

Di era reformasi perempuan mulai bangkit di segala segi kehidupan dengan berbagai isu yang terus berkembang di kancah dunia.berbicara perempuan Aceh banyak hal menarik yang akan timbul dalam tulisan ini.Ketika kita mencoba melihat masa lalu aceh,wanita beberapa kali memegang peranan penting dan kepemimpinan wanita di aceh merupakan contoh  pertama wanita berada di tampuk kekuasaan. 

Ketika Syiah Kuala memberikan fatwa, bahwa wanita boleh menjadi penguasa (Sultanah). Atas dasar fatwa Ulama Besar tersebut menyebabkan kerajaan Aceh Darussalam selama hampir 60 tahun diperintah oleh para Ratu wanita (Sultanah) masing-masing terdiri dari :
1. Sultanah Tajul Alam Saffiamddin Syah (1641-1675);
2. Sultanah Nurul Alam Nakiyamddin Syah (1675-1678);
3. Sultanah Inayat Zahyamddin Syah (1678-1688);
4. Sultanah Kamalat Syah (1688-1699).

Rentetan sejarah telah mengukir wanita dalam perpolitikan sebuah bangsa.Ini membuktikan bahwa aceh telah lebih dulu menempatkan dan memberikan ruang kepada wanita untuk ikut dalam perpolitikan ketika itu dan dijadikan acuan oleh negara negara islam lainnya seperti Pakistan.

Menjadi tanda tanya besar kenapa sekarang ketika negara sudah memberikan porsi 30 % untuk wanita tetapi wanita sangat minim dalam kursi dewan legislatif ?
Upaya affirmative action untuk mendorong keterwakilan perempuan dalam politik terus disuarakan, seperti pada pelaksanaan pemilu 2009, peraturan perundang undangan telah mengatur kuota 30% perempuan bagi partai politik (parpol) dalam menempatkan calon anggota legislatifnya. Undang-Undang (UU) Nomor 10/2008 tentang Pemilu Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( pemilu legislatif ) serta UU Nomor 2 / 2008 tentang Partai Politik telah memberikan mandat kepada parpol untuk memenuhi kuota 30% bagi perempuan dalam politik, terutama di lembaga perwakilan rakyat.

Untuk melihat bagaimana keterlibatan wanita dalam politik di aceh bisa dilihat dari jumlah persentase perempuan yang duduk di kursi DPR Aceh dan DPRK Kabupaten / Kota.Pada Pemilu lalu, perempuan mendapat peluang lebih besar untuk berkiprah dalam dunia politik, namun hanya sedikit yang terpilih menjadi anggota parlemen. Terbukti dari 304 jumlah perempuan yang mencalonkan diri menjadi anggota DPRA, hanya empat orang yang  terpilih.
Tiga orang dari Partai Golongan Karya, yaituNurlelawati dari Daerah Pemilihan (Dapil) 2, Pidie dan Pidie Jaya, Nuraini Maida dari Dapil 5, Lhokseumawe dan Aceh Utara, Yuniar dari Dapil 6, Langsa Aceh Tamiang dan Aceh Timur Liswani dari Dapil 8, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan dan Simeulue dari PAN

Artinya, hanya 6 % persen dari 69 orang anggota DPRA periode 2009-2014 yang berjenis kelamin perempuan, jauh dari target kelompok perempuan yang menginginkan 30 persen perempuan di parlemen.
Sungguh diluar target yang ingin dicapai kaum perempuan !!
Di beberapa kabupaten / kota ada beberapa perempuan yang masuk ke parlemen seperti naiknya Pianti Mala Pinem menjadi ketua DPRK Subulussalam periode 2009 – 2014 dan sebelumnya menjadi wakil ketua DPRK kabupaten Aceh Singkil periode 2004 – 2009 saat ia berusia 23 tahun.Sekarang aceh juga telah melahirkan sosok wanita yang terus dekat dengan rakyat kota banda aceh yaitu Hj Illiza Saad”dudin Djamal SE yang kini terpilih menjadi wakil bupati Kota Banda aceh untk kedua kalinya.tapi itu tidak seimbang dengan jumlah wanita di aceh yang begitu besar.

Di Aceh, pemilihan kepala daerah (pilkada) pun mencatat hanya tujuh kandidat perempuan yang maju mencalonkan diri sebagai kepala daerah pada pilkada Aceh 2012. Jumlah ini sangat minim (hanya 2 persen) jika dibandingkan jumlah calon kepala daerah yang terdaftar di KIP Aceh sebanyak 260 orang (130 pasangan) yang dominan laki-laki. Data yang dirilis Media Center KIP Aceh (2012) mengungkapkan, dari tujuh calon kepala daerah perempuan tersebut, hanya tiga yang maju sebagai calon kepala daerah. Yaitu, Dra Yulinar Ahmad sebagai calon Bupati Aceh Utara, Hj Soraya Hasbi sebagai calon Wali Kota Langsa, dan Sri Wahyuni SHi sebagai calon Bupati Bener Meriah. Sedangkan empat lainnya maju sebagai calon wakil kepala daerah di tingkat kabupaten/kota. Yaitu Illiza Sa’aduddin Djamal dan Lindawati masing-masing sebagai calon Wakil Wali Kota Banda Aceh, Nuraini Maida sebagai calon Wakil Bupati Aceh Utara, dan Nurhayati Sahali calon Wakil Bupati Gayo Lues.Meredupnya kemunculan perempuan itu sendiri, juga terletak pada minimnya kepedulian kaum perempuan untuk mendorong sosok perempuan untuk diberi kesempatan muncul dalam ranah perpolitikan. Untuk era modern saat ini, yang menjadi masalah bukan diberi kesempatan atau tidak kaum perempuan oleh kaum laki-laki untuk tampil di depan publik. Tapi bagaimana sesama kaum perempuan untuk memberi dukungan bagi sesama kaum perempuan agar mendapatkan posisi strategis dalam ranah perpolitikan. Kepercayaan mutlak kaum perempuan sebagai masyarakat dengan dominasi besarnya jumlah penduduk seharusnya dapat menjadi celah untuk membangkitkan partisipasi perempuan dalam memberi kesempatan bagi kepemimpinan perempuan dalam perpolitikan dan posisi strategis lainnya.

Melihat minimnya jumlah kursi untuk perempuan di tingkat pusat dan daerah membuat tanda tanya besar.salah seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh pernah melontarkan ungkapan bahwa perempuan aceh mengurus suami saja tidak becus apalagi mengurus partai politik .sangat ironis ketika saat regulasi quota 30 %  keterwakilan perempuan telah diberlakukan dalam pemilu.Ada apa dengan perempuan aceh ? atau perempuan yang tidak memiliki kompetensi yang memadai untuk terjun ke dalam perpolitikan di Aceh.

Mari kita menjawab dengan sebuah renungan dalam hati kita masing masing

Tidak adanya wakil perempuan Aceh di DPR RI mendapat komentar dari salah satu utusan legislatif Aceh yaitu Raihan Iskandar dari partai PKS  yang kini duduk di Komisi X DPR. Pendapatnya, tidak ada keterwakilan perempuan Aceh untuk saat ini, beliau menyimpulkan beberapa tahun terakhir ini Aceh sedang sibuk berbenah diri pasca konflik dan bencana gempa tsunami. Untuk duduk di legislatif tergantung dari suara terbanyak bukan hanya dari kapasitas. “Jadi, tidak bicara cocok atau tidak cocok, tapi semua sangat tergantung dengan jumlah suara”, ujarnya.Untuk pemilu yang akan datang, Raihan yakin akan ada keterwakilan perempuan Aceh di DPR. Sebab, promosi telah dilakukan dari sekarang, apalagi dengan kondisi yang mulai stabil di Aceh pasca pemilukada. Ia pun menyarankan agar calon legislatif untuk pemilu 2014, harus bisa pandai mengambil hati masyarakat.

Lantas sampai dimana  peran partai lokal terutama partai aceh sebagai partai pemenang Pemilu di Aceh dalam mengusung perempuan untuk duduk di kursi parlemen daerah  !!!

Dengan jumlah perwakilan yang begitu besar di parlemen daerah ternyata tidak ada menempatkan seorang pun sosok wanita dalam kursi parlemen.Bagaimana mungkin aspirasi kaum perempuan yang begitu besar dapat ditampung oleh anggota dewan perempuan yang hanya berjumlah 4 orang . Pasca-Pemilu 2009, menjadi waktu yang tepat bagi kalangan perempuan untuk melakukan evaluasi bersama untuk menyusun langkah politik yang mampu menjawab tantangan secara internal maupun eksternal. Perempuan memiliki persoalan yang sama, yang terakumulasi dan terimplementasi dalam kehidupannya di ruang publik. Terhambatnya partisipasi politik yang setara, juga karena dinamika internal organisasi perempuan yang seakan memang melarutkan diri dan menikmati sogokan demokrasi. Secara kelompok dan personal, menjadi penting bagi perempuan untuk kritis terhadap setiap perubahan yang terjadi, sehingga mampu mengartikulasikan tujuan perjuangan perempuan. \

Berangkat dari pemahaman di atas, akan memungkinkan gerakan perempuan berkembang dan menemukan format utuhnya sebagai bagian dari kekuatan sipil yang mengisi ruang-ruang publik, dengan berbagai model pendekatannya. Dan hal mendasar yang seharusnya dimiliki oleh organisasi perempuan adalah adanya spirit dan komitmen perjuangan dalam membela hak-hak kaum marginal, yang harus diaktualisasikan baik di parlemen maupun di institusi lainnya.

Lima tahun ke depan, adalah saat yang menentukan bagi kelompok perempuan dalam menguatkan dan lebih mengartikulasikan kesadaran berpolitiknya. Untuk itu, pemberdayaan ekonomi menjadi langkah strategis yang harus dilakukan, baik secara personal maupun kolektif.  Menumbuh kembangkan kesadaran berekonomi, melalui intervensi dan penguasaan program-program pemerintah, menjadi satu tawaran kecil yang bisa dilakukan – walaupun sedikit naïf, bila ekonomi Neoliberal, kita jawab dengan cara ini--, tetapi setidaknya tetap harus dimulai. Keadaan ini harus saling berkelindan antara kelompok perempuan yang berada di luar dan di dalam kekuasaan, sehingga, memungkinkan terjadinya komunikasi dan kontrol terhadap program dan kebijakan politik. Adalah perempuan yang sudah berhasil duduk di Legislatif maupun di Eksekutif mempunyai peranan penting dalam menjaga keberlangsungan komitmen kerja dan politik yang tentu saja berpihak kepada kaum perempuan dan kelompok marginal lainnya.
Dengan diberikannya kesempatan untuk wanita dengan suara kuota sebanyak 30% dalam legeslatif diharapkan keterwakilan wanita ini dapat  mengakomodir kepentingan-kepentingan yanjg dibutuhkan oleh kaum wanita, karna pada dasarnya keterwakilan ini merupakan bentuk dari kemajuan bagi perkembangan kesetaraan gender.

Tetapi sayang dan yang paling disayangkan adalah keterwakilan wanita tersebut belum maksimal seperti yang diharapkan. hal tersebut mungkin bisa saja akan terjadi setiap  pemilihan legeslatif dikarenakan seorang calon legeslatif yang wanita kurang dipercayai oleh kalangan wanita itu sendiri. hal ini mungkin karena kurangnya pemahaman kalangan wanita khususnya dipedalaman, yang menganggap kwalitas mereka itu kurang bagus di bidang legeslatif. hal ini juga yang paling utama, yang menyebabkan wanita dari aceh tidak ada yang mewakili dipusat sebagai legeslatif. jangankan dipusat khususnya wanita dari aceh didaerah juga sangat minim didapati yang berpartisipasi dibidang politik, memang sangat miris jika kita memperhatikan hal ini semua, tetapi kita berharap pemilu legeslatif kedepannya ada keterwakilan wanita ada dipusat serta wakil-wakil wanita aceh ada di legeslatif daerah-daerah yang dapat mewakili suara-suara wanita aceh.
                                                                                                        
                                    Oleh Rahmad Hidayat Munandar


Jumat, 07 Desember 2012

Nu buat kiamat Nostradamus, bumi meledak bulan ini?

MERDEKA.COM, Sebentar lagi 21 Desember 2012. Konon saat itulah dunia ini diramal kiamat. Ketika sumbu bumi semakin miring, perlahan-lahan bencana besar melanda. Gempa memecah belah bumi, mulai dari bagian bumi barat, dari benua Amerika terus meluas hingga belahan bumi Timur, Jepang dan kawasan Asia. Nubuat kiamat itu diramalkan Nostradamus.
Peramal Nostradamus lahir di Boulougne, Perancis pada 1503, dan meninggal 1566 pada umur 62 tahun. Dia meramal sebuah planet X atau disebut Nibiru. Kata dia, Nibiru bakal menghantam laut Mediterania 19 hari lagi. Kini posisi planet X itu sejajar dengan venus.
Richard Deem, ilmuan biologi dari Universitas Southern California, sepertinya memercayai ramalan itu. Dia sempat menulis catatan pada leman situs www.godandscience.org.
Menurutnya, nubuat tentang kiamat bisa jadi benar. Sebab, selain ramalan tentang nibiru, secara ilmu pengetahuan tahun ini siklus tata surya di dalam galaksi mengalami perubahan saban 33 tahun sekali, di mana posisi Matahari berada tepat di tengah galaksi.
Peristiwa itu, dia melanjutkan, bisa jadi tepat terjadi pada 21 Desember 2012. Pada saat bersamaan, kutub akan mengalami pergeseran besar karena penyelarasan pusat galaksi dengan matahari. Hal itu akan menyebabkan guncangan gempa bumi besar, gunung berapi, dan tsunami.
Nubuat kiamat juga diramalkan seorang dukun terakhir suku Inca di Peru, Amerika Latin. Suatu hari, pada 1949 silam, Dr Alberto Villoldo, ahli psikologi dan antropolog obat asal Peru, bertemu dukun bernama Q’ero di pegunungan.
Kepada Villodo, dukun itu mengungkap ramalan kiamat. Konon, kata dia, ketika cara fikir manusia mati, itulah tanda berakhirnya hubungan manusia dengan alam dan bumi.
Ketika alam kehilangan keseimbangan karena ulah manusia, maka ketika itu bumi akan bergejolak selama empat tahun, ditandai dengan runtuhnya peradaban Eropa. Ramalan Nostradamus dan dukun Inca juga didukung ramalan lain, misalnya ramalan kiamat didasari berakhirnya kalender suku Maya di Amerika tengah.
Kalender suku Maya menandai akhir dari lingkaran tahun 5.126, bila dihitung tepat pada 21 Desember 2012. Pada saat itulah dewa perang dan penciptaan, Bolon Yokte akan kembali dan menandai berakhirnya Baktun 13, yaitu periodisasi waktu 394 tahun yang diciptakan bangsa Maya. Kemunculan Bolon Yokte akan menandai kehancuran dunia. Namun belakangan ramalan suku Maya ini dibantah.
Bila kiamat benar-benar terjadi bulan ini, apakah anda benar-benar sudah siap? Sebab, kata Ricahrd Deem, bila kiamat terjadi, maka tidak banyak yang bisa dilakukan oleh manusia untuk mempersiapkan akhir dunia.
"Tentu saja, jika anda benar-benar percaya dunia akan berakhir, maka anda tidak akan membutuhkan uang lagi," kata Richard.

Sumber: Merdeka.com

Kamis, 06 Desember 2012

logika + logistik = anarkis


Malam yang pangjang dilalui, malam pertama aku bergadang penuh di kampus tercintaku UNMUHA. Banyak kenangan yang dilalui disini. Semua penuh arti dan bermakna, setiap kata-kata yang terlontar dari mulut Senior maupun Junior, tengah malam datang gitar pun mulai bordering dengan nyaring dan genting.
Hidup dimalam ini terasa hampa jika tidak ada yang namanya rokok kretek. Rokok adalah makna kehidupan jika kau berada disini, rokok adalah pembangkit gairah dalam proses-proses dunia bergadang apalagi jika sudah berada dikampus ini. Sebungkus dua bungkus berlalu dengan sekejap saja dan keuangan pun sudah menipis dan kering dikantong pada dasarnya ini memang awal bulan namun berhubung awal bulan, belum ada uang ditangan yang sangat banyak, jadi terpaksalah membeli setengah bungkus lagi untuk tambahan sebagai penghias di malam ini.
Dan jika kamu berada disini, kamu harus menikmati yang namanya kopi saring yang pahit dan agak manis namun ngak terlalu manis, kopi disini ngak perlu banyak namun sudah cukup dengan 1 gelas di bagi 4 itu merupakan salah satu memperhemat energy di malam ini, selain kantong merasa aman dan nyaman. Kenikmatan betul terasa lama di malam ini, bukan karena kopinya atau pun karena rokoknya ini semua di karenakan adanya kebersamaan dalam menikmati ini malam.
Lagu-lagu yang bordering mulai banyak diputar di ini malam, dan kami pun memulainya dari edisi tahun 70-an, 80-an dan 90-an sampai dengan tahun 2000-an semua lagu rampung dalam sekejap saja, dan yang membuat suasana disini menjadi lebih indah, sepanjang malam suara gitar tak pernah berhenti dan kami pun terus bernyanyi layaknya seorang artis besar yan sedang bernyanyi.
Album demi album berlalu, satu album rampung dalam satu jam. Banyangin aja coba. Dari pukul 11.45 wib sampai dengan pukul 06-30 wib kami bernyanyi tak berhenti dan tak memikirkan kondisi yang sedang terjadi. Awal mu awal kami mengenang yang namanya lagu lawas, kemudian masuk ke irama kous plus, kemudian iwan flas, selanjutnya berlari ke regea dan yang terakhir kembali ke lagu-lagu pop.
Ketika pagi akan menerpa kami sudah mulai kebingungan untuk menyanyikan lagu terakhir berhubung sudah azan kami pun menyanyikan lagu dari iwan flas yang berjudul “ijinkan aku menyayangimu” dan rokok pun hanya tinggal 2 batang lagi, sungguh sangat menggenaskan, berhubung duit tak ada dan uang pun tak banyak kami melakukan yang namanya system putar tayang.
Pertama dimulai dari yang namanya dayat setelah beberapa kali isap beralih ke bang iman, setelah beberapa kali hisap berjalan ke tangan bang pian setelah bang pian merasa cukup baru lah aku memegang alih menghisap rokok tersebut dan setelah aku sudah merasa sangat senang aku pun memutar kembali kearah awal yaitu saudara dayat, begitulah seterusnya sampai dengan selesai atau pun penghujung asap keindahan dan itu berada di tangan bang iman.
Waktu terus berlalu dan ternyata yang membuat ini malam menjadi aneh adalah bentuk kopi yang hanya segelas itu masih dalam keadaan penuh tanpa ada orang yang meminumnya. Solusi terakhirnya adalah secara bergantian meminum kopi tersebut, dan itu pun berakhir di posisi saya sendiri. Meskipun sedikit yang penting kebersamaan ini, sejarah yang indah dan damainya ini malam.
Tak lama setelah kami menghabiskan kopi tersebut kami mendapatkan tamu baru yang biasanya dipanggil dengan julukan OOM dan ternyata dia membawa rokok yang banyak dan kami pun bisa tersenyum dangan damai dan indah.
Tak lama berselang kedatangan oom tiba-tiba bang pian mengundurkan diri dari perkumpulan dengan alasan hendak mengambil paket tidur 1 jam saja. Dan kami pun menghentikan segala aktifitas yang ada pada saat itu. Setelah matahari mulai memperjelas cahayanya saya beserta dayat mengambil gitar kembali dan mulai memetiknya dengan nada regea. Maka di hari itu kami menyambut pagi dengan lagu regea yang pastinya asyik.
Dalam malam yang indah ini terdapat kata-kata semboyan dari masing-masing orang yang berada disini. Diantara lain :
Mahasiswa yang tak berorganisasi adalah orang bodoh = dayat
Maju salah, mundur pun salah, lantas apa yang benar = bang iman
Jalan-jalan yang indah dirakit dengan tangan yang indah = bang pian
Kalau hanya diam bukan hidup namanya = wanda

Tak perduli tampang yang ppenting menang = OOM

Kamis, 29 November 2012

aku


Aku bukan orang yang ahli dalam banyak hal
Dan aku juga tidak terlalu hebat untuk jadi seseorang yang sangat ingin tau tentang suatu hal
Aku berjalan ditengah kesulitan hanya untuk menemukan kebenaran
Aku berlari melewati berbagai masalah hanya untuk mencari pengalaman
Dan aku akan menjadi sesuatu yang indah disaat aku mengatakan “AKU PASTI BISA”

Dalam menjalani suatu perjalanan menuju jalan  kesempurnaan tidak harus dengan menjadi manusia yang hebat namun kuat
Sadari kemampuan dan carilah solusi agar menjadi seseorang yang kuat
Sukai kelemahan dan jadikan pembangkit dalam hal prestasi
Ketika dalam kemampuan terdapat kelemahan
Dan dikala kelemahan memperlambat perjalan
Bukan keluhan yang harus terucapkan
Bukan keluhan yang harus dilontarkan
mengeluh bukan suatu alasan yang tepat dalam menggapai kekuatan
mengeluh bukan suatu hal yang pantas dilakukan dikala kau sedang bahagia
Tetapi keinginanan yang kuat lah menjadi suatu alasan  tepat dalam kehidupan
keinginan yang kuatlah menjadikan kita bisa dalam segala hal
Keinginan yang hebat itu suatu acuan yang kuat
Keinginan untuk menjadi yang terbaik
Keinginan yang mampu mengambil hikmah dalam kegagalan
Dan yang terakhir keinginan yang penuh kemamuan
Kemauan yang kuat
Kemauan yang tepat
Kemauan yang sehat
Dan kemauan yang hebat
Dan ketika masalah dan kegagalan terasa jadi sangat menyenangkan dan berhasil aku kalahkan
Aku akan selalu merendah seakan aku dalam keadaan tenang didasar laut
Aku akan duduk terdiam jika aku sudah mendapatkan kepuasan
Aku akan bisa bernafas lega jika aku sudah selesai dalam menjalankan semua yang menghalangi pikiran ku